“Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah.Kalau Allah saja ia tinggalkan apalagi kamu.”
Imam Asy-Syafi’i
“Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah.Kalau Allah saja ia tinggalkan apalagi kamu.”
Imam Asy-Syafi’i
“MANUSIA turun pertama kali ke dunia,ujiannya adalah RINDU.”
Gus Muwafiq
Seorang tukang tambal dandang bocor bertanya pada seorang Ustadz di kampung yang jadi salah satu langganannya.
“Pak ustad, kenapa ya. Saya kok merasa susah dan penuh masalah. Cari rizki sulit, cari pekerjaan susah, pokoknya amburadul hidup saya.
Saya juga merasa jenuh dengan hidup saya yang begini2 aja..! Terasa hambar, tak ada arahnya, dan tak ada nikmatnya. Bosan saya ustadz. Saya ingin bahagia tapi kenapa susah sekali ya?”
“Oooo..! Mungkin saat ini Allah juga lagi BOSAN dengan sampean.“
“Hahh! Allah bosan dengan saya ? Maksudnya bagaimana ustadz?”, tanya si tukang tambal dandang bocor itu
“Mungkin Allah capek mencari sampean, Cak… Sebab dicari kesana kemari tapi sampean tak pernah ditemukan.”
Setelah berhenti sejenak, ustadz tersebut melanjutkan,
“Sampean dicari oleh Allah diantara kumpulan orang yang sholat berjamaah di masjid, tidak ada.
Dicari di antara kumpulan DHUHA, sampean juga tak ada.
Dicari di antara kumpulan TAHAJJUD juga tak ada
Dicari di antara kumpulan PUASA Sunah yo blass ra tau, mangan tok ae bendino.
Dicari di antara kumpulan SEDEKAH juga tak kelihatan batang irungmu.
Dicari di antara kumpulan TADARUSAN Qur’an, sampean juga tak nampak di sana.
Dicari di antara kumpulan orang orang yang UMROH, niat pun sampean tidak punya.
Tukang tambal dandang bocor itu diam menunduk, ia merasa seperti ada sesuatu yang menohok relung hatinya.
Si ustadz kampung melanjutkan…
“Sampean dicari Allah di antara orang2 yang tepat waktu SHOLATNYA, sampean juga tak ada. Malah sholat sampean kerjakan paling belakang dibanding aktivitas lainnya.
Memangnya siapa yang ngasih waktu dan umur pada sampean.
Dicari di antara Ahli SHOLAWAT pun tak ada.
Dicari di antara yang MENUNTUT ILMU (agama/pengajian/ta’lim), Yo ora ono blass.
Dicari diantara orang yang mengamalkan dan menegakkan SILATURRAHIM, sampean Yo ra Ono. Mbuleeet2 wae nang omah, sok sibuk… sok repot… ngutak-ngatik sing kurang manfaat
Terus Allah mau mencari sampean di mana lagi? Coba sampean beritahu..!
Tukang tambal dandang bocor itu diam. Palu yang yang asalnya dia pukul2kan ke body dandang mendadak berhenti
“Bicaralah… ngomongo, Ojo meneng ae’, ” ucap ustadz kampung itu
Maka menangislah si tukang tambal dandang bocor tadi. Sambil mengusap airmatanya yang bercucuran, seperti cucuran air hujan yang meresap lewat genteng bocor, ia lalu ber-Istighfar.
“Tobat… Ustadz….tobat kulo”
“Hidup itu sederhana, Cak”…
“Kalau kita memprioritaskan Allah…, Dia pun pasti memprioritaskan kita.”
…Monggo koreksi diri, mumpung masih ada waktu…_ ⏱
termasuk koreksi untuk diri saya sendiri.
OASE AL QUR’AN ( 323).
Para penghafal Al Qur’an itu bermacam macam. Ada yang bisa menghafal satu dan beberapa ayat dalam waktu yang relatif singkat. Ada juga yang lambat. Bagi yang cepat menghafal perlu bersyukur kepada Allah dan meyakini bahwa semua itu adalah anugerah, taufiq dan inayah dari Allah semata. Bagi yang lambat perlu bersabar. Pasti ada hikmah dibalik itu. Bisa jadi Allah ingin mengetahui tingkat kesabarannya. Dengan itu dia pantas mendapat penghargaan dari Allah yaitu pahalanya orang bersabar.. Apa yang telah dia lakukan seperti mengulang bacaan sampai puluhan kali, capai, penat, jenuh, tak akan di sia siakan oleh Allah. Bukankah orang yang membaca Al Qur’an dengan ber tatih tatih akan mendapat dua pahala yaitu pahala jerih payahnya dan pahala membaca Al Qur’an? Bukankah ada kaidah bahwa pahala itu berdasarkan tingkat jerih payahnya?. Disamping itu setiap ayat yang dibaca akan menghasilkan pahala. Semakin banyak pengulangan semakin banyak pula dia menghimpun pahala. Bayangkan jika satu ayat yang dia baca mempunyai 100 huruf ? Jika satu huruf mendapat 10 pahala, kalikan 10. Jika dia mengulanginya sampai 10 kali atau 30 kali, berapa ribu pahala yang akan dia raih?. Membaca Al Qur’an adalah cara yang paling efektif, efisien untuk memhimpun pahala. Yang paling penting adalah sampai tujuan. Cepat atau lambatnya perjalanan adalah hal yang lumrah dan bisa terjadi di dunia apapun, pendidikan, komersial dan lain sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah tetapnya semangat untuk hidup bersama Al Qur’an. ( ASM) ARGO S. 17.1.2020.
OASE AL QUR’AN (322).
Menghafal Al Qur’an memang melelahkan. Perlu energi spiritual yang memadai agar tetap semangat dan optimis. Perlu fisik yang sehat agar bisa kuat duduk ber jam jam bersama mushaf. Perlu pengorbanan waktu, fikiran dan tenaga. Perlu kesiapan mental dan percaya diri bahwa apa yang dia lakukan adalah semata mata karena kecintaannya kepada Allah dan kitab suciNya. Bukan karena sesuatu yang besifat duniawi. Dia tak berharap apa apa atas jerih payahnya itu kecuali mengharap ridlaNya, rahmatNya anugrahNya dan ingin tercatat dalam golongan yang berada disisiNya di hari kiamat nanti. Menghafalkan Al Qur’an adalah representasi dan manifestasi rasa syukurnya kepada Allah atas turunnya kitab suci ini sebagai kitab hidayah, penuntun kehidupan agar manusia bisa selamat dari dunia sampai akhirat. Andaikata seorang penghafal Al Qur’an tak mengerti satu katapun dari Al Qur’an tapi dia mencintainya sepenuh hati, maka kecintaannya terhadap Al Qur’an menjadi bekal yang cukup berarti untuk menuju akhirat. Ketekunannya dalam menghafal Al Qur’an akan mendapatkan balasan dari Allah dengan balasan yang sangat memuaskan yang tak terduga semula. Allah mempunyai cara tersendiri bagaimana memberikan penghormatan kepada pengkhidmat kitab suciNya di dunia sebelum penghormatan yang agung di akhirat nanti. ( ASM) GAMBIR- SMRNG.17.1.2020.
Film ini menceritakan kehidupan seorang legenda wing chun di daerah Foshan sekitar tahun 1930-an.Legenda tersebut bernama Ye Wen.Lahir dan tinggal di negara China. Ye Wen adalah seorang legenda yang rendah hati dan tidak sombong.Selain itu Ye Wen juga berani mengorbankan nyawanya demi keluarga dan daerahnya yang bernama Foshan.Ketika Jepang ingin menguasai Foshan,Ye Wen melawan Jepang dengan wing chunnya.Semua warga Foshan ikut mendukung Ye Wen untuk melawan Jepang. Film ini film yang sangat menegangkan.Film ini mengajarkan kesetiaan.Namun karena adanya adegan memberi rokok,pembunuhan,perkelahian maka anak anak di bawah umur ditekankan untuk tidak menonton film ini tanpa pengawasan orang yang cukup umur. Film ini adalah film yang mempertontonkan bela diri khas China yang bernama wing chun.Hidup di lingkungan yang penuh dengan ketegangan.Mereka juga harus melawan Jepang yang saat itu menjajahnya.
“Surga adalah ridho Allah
Sedangkan Neraka adalah murka Allah.”
@Muhammada Abdilla
Cobaan itu banyak karena kalau sedikit itu cobain.
Dalam proses menghafal Al Qur’an, seorang terlebih dahulu membaca teks Al Qur’an berulang ulang untuk bisa sampai hafal diluar kepala. Proses ini memerlukan kesabaran ketelitian dan ketekunan. Jika sudah betul betul hafal diluar kepala, dia tak bisa berhenti begitu saja, dia harus terus takrir, muraja’ah, mengulang apa yang telah dia hafalkan sepanjang hidup. Jika tidak, bisa bisa ayat ayat yang telah dia hafalkan dengan susah akan lepas kembali, bagaikan unta yang sudah ditambat tapi jarang di tengok, dia akan mudah melepaslan diri. Ketika hafalan Al Qur’an sudah betul betul mantap di luar kepala, mulutlah yang memegang kendali. Ketika Al Qur’an mulut terus berkomat kamit nyaris tanpa mengandalkan kepada otak, Teks teks Al Qur’an meluncur begitu saja dari mulut seakan mulut telah menemukan jalannya sendiri walau jalan itu berliku, banyak tikungan, banyak ayat yang mempunyai kemiripan redaksi. Perhatikan bagaimana seorang yang membaca surah al Fatihah, dia tak perlu lagi meng ingat ingat urutan ayat ayatnya, Demikian juga seorang hafizh yang mahir yang tengah membaca Al Qur’an dalam acara sima’an, dia dengan lancarnya membaca ayat ayat suci tanpa jeda, tanpa kikuk, bahkan ketika pikirannya menerawang kemana mana dia terus melaju tanpa henti. Ayat ayat yang tadinya menempel di otak menempel juga di mulut. Itulah tingkat kemahiran dalam menghafal Al Qur’an. ( ASM).
Assalam
Judul buku : Ontologi Syafaat
Judul kitab asli: Assyafaat
Penulis : Ahmad Yasin Asymuni
Penerjemah : Dr. Muhammadun, M.Si.
Editor : Umi Roudlatul Jannah
Lay Out : Widianingsih
Desain Sampul : Amin Bahtiar
Penerbit : Pondok Pesantren Darul Ulum Addiniyyah Jl.Saputra 9 Tuparev,Sutawinangun-Cirebon
Cetakan 1 :Oktober 2019
81 Halaman;14cm×20cm
Syafaat bisa diartikan pertolongan yang sangat istimewa.Orang pertama yang diizinkan oleh Allah swt. untuk memberi syafaat adalah baginda Rasulullah SAW.Beliau mensyafaati semua umatnya yang memiliki iman walaupun sekecil biji sawi,selain itu beliau meminta kepada Allah agar orang yang memiliki iman yang besar bisa mensyafaati orang yang memiliki iman yang lebih kecil.Bukan hanya manusia yang bisa memberi syafaat,tapi Al Quran juga bisa memberi syafaat.
Dikisahkan pada suatu waktu dimana seluruh manusia dikumpulkan menjadi satu di tempat yang sangat panas(Padang Mahsyar),orang orang ingin segera melewati masa tersebut hingga mereka mendatangi para nabi yang tentunya hebat,namun hanya 1 nabi yang bisa menolongnya yaitu nabi Muhammad SAW,nabi Muhammad SAW meminta kepada Allah agar menyelamatkan semua umatnya yang memiliki iman hingga akhirnya terkabulkan,dan nabi SAW bersama umatnya tersebut masuk ke dalam Surga.
Perlu diketahui bahwa perjalanan menuju Neraka membutuhkan waktu 500 tahun dan itu membuat tubuh yang ada di sana hancur.Perbandingan waktu dunia dan akhirat adalah 1 hari : 100 tahun.
Catatan:
“Orang yang lebih dulu bertaqwa maka lebih dimulyakan.”
“Karakteristik kepemimpinan para nabi ialah selalu mengedepankan kepentingan umatnya sebelum dirinya.”
“Makruh hukumnya memberi sesuatu atau makanan yang sudah tidak layak atau rusak.”
Wassalam
@Sacandra Aji Rivaldi
@PonPesDUA
@SMPN 4 kota Cirebon
@8K