RKL

OASE AL QUR’AN ( 323).
Para penghafal Al Qur’an itu bermacam macam. Ada yang bisa menghafal satu dan beberapa ayat dalam waktu yang relatif singkat. Ada juga yang lambat. Bagi yang cepat menghafal perlu bersyukur kepada Allah dan meyakini bahwa semua itu adalah anugerah, taufiq dan inayah dari Allah semata. Bagi yang lambat perlu bersabar. Pasti ada hikmah dibalik itu. Bisa jadi Allah ingin mengetahui tingkat kesabarannya. Dengan itu dia pantas mendapat penghargaan dari Allah yaitu pahalanya orang bersabar.. Apa yang telah dia lakukan seperti mengulang bacaan sampai puluhan kali, capai, penat, jenuh, tak akan di sia siakan oleh Allah. Bukankah orang yang membaca Al Qur’an dengan ber tatih tatih akan mendapat dua pahala yaitu pahala jerih payahnya dan pahala membaca Al Qur’an? Bukankah ada kaidah bahwa pahala itu berdasarkan tingkat jerih payahnya?. Disamping itu setiap ayat yang dibaca akan menghasilkan pahala. Semakin banyak pengulangan semakin banyak pula dia menghimpun pahala. Bayangkan jika satu ayat yang dia baca mempunyai 100 huruf ? Jika satu huruf mendapat 10 pahala, kalikan 10. Jika dia mengulanginya sampai 10 kali atau 30 kali, berapa ribu pahala yang akan dia raih?. Membaca Al Qur’an adalah cara yang paling efektif, efisien untuk memhimpun pahala. Yang paling penting adalah sampai tujuan. Cepat atau lambatnya perjalanan adalah hal yang lumrah dan bisa terjadi di dunia apapun, pendidikan, komersial dan lain sebagainya. Yang lebih penting lagi adalah tetapnya semangat untuk hidup bersama Al Qur’an. ( ASM) ARGO S. 17.1.2020.

Tinggalkan komentar