OASE AL QUR’AN (322).
Menghafal Al Qur’an memang melelahkan. Perlu energi spiritual yang memadai agar tetap semangat dan optimis. Perlu fisik yang sehat agar bisa kuat duduk ber jam jam bersama mushaf. Perlu pengorbanan waktu, fikiran dan tenaga. Perlu kesiapan mental dan percaya diri bahwa apa yang dia lakukan adalah semata mata karena kecintaannya kepada Allah dan kitab suciNya. Bukan karena sesuatu yang besifat duniawi. Dia tak berharap apa apa atas jerih payahnya itu kecuali mengharap ridlaNya, rahmatNya anugrahNya dan ingin tercatat dalam golongan yang berada disisiNya di hari kiamat nanti. Menghafalkan Al Qur’an adalah representasi dan manifestasi rasa syukurnya kepada Allah atas turunnya kitab suci ini sebagai kitab hidayah, penuntun kehidupan agar manusia bisa selamat dari dunia sampai akhirat. Andaikata seorang penghafal Al Qur’an tak mengerti satu katapun dari Al Qur’an tapi dia mencintainya sepenuh hati, maka kecintaannya terhadap Al Qur’an menjadi bekal yang cukup berarti untuk menuju akhirat. Ketekunannya dalam menghafal Al Qur’an akan mendapatkan balasan dari Allah dengan balasan yang sangat memuaskan yang tak terduga semula. Allah mempunyai cara tersendiri bagaimana memberikan penghormatan kepada pengkhidmat kitab suciNya di dunia sebelum penghormatan yang agung di akhirat nanti. ( ASM) GAMBIR- SMRNG.17.1.2020.