Review Buku

Judul : AQIDAH IMAM EMPAT
jumlah Halaman : 154
Penulis : Dr. Muhammad bin Abdurrahman al-Khumais
Penerjemah : Ali Mustafa Yaqub, MA
Distributor : DIREKTORAT BIDANG PENERBITAN DAN RISET ILMIAH DEPARTEMEN AGAMA, WAKAF, DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM SAUDI ARABIA.

Segala puji bagi Allah, kepada-Nya kita memuji, meminta pertolongan, petunjuk, dan ampunan. Kita berlindung kepada-Nya dari kejahatan jiwa dan keburukan perbuatan kita. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.
Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan(yang berhak disembah) selain Allah, Yang Maha Esa, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa nabi Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

BAHASAN MENGENAI TAUHID

AQIDAH IMAM ABU HANIFAH

Imam Abu Hanifah berkata: “Tidak pantas bagi seseorang untuk berdoa kepada Allah kecuali dengan asma’ Allah. Adapun doa yang diizinkan dan diperintahkan adalah keterangan yang terambil dari firman Allah:
(ولله الاسماءالحسنى فادعوه بهاوذرواالذين يلحدون في أسماءه سيجزون ماكانوايعملون)الاعراف:180
“Bagi Allah ada nama-nama yang bagus (al-asma’ al-husna), maka berdoalah kamu dengan menyebut asma’-asma’ itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang ilhad(tidak percaya) kepada asma’-asma’ Allah. Mereka akan diberi balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-A’raf: 180)”

AQIDAH IMAM MALIK BIN ANAS

Al-Harawi meriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa Imam Malik pernah ditanya tentang Ilmu Tauhid. Jawab beliau: “Sangat tidak mungkin bila ada orang menduga bahwa nabi صل لله عليه وسلم: “Saya diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan La ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah).”
Maka sesuatu yang dapat menyelamatkan harta dan nyawa(darah) maka hal itu adalah tauhid yang sebenarnya.

AQIDAH IMAM SYAFI’I

Imam al-Lalaka’i meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Sulaiman, katanya, Imam Syafi’i mengatakan: “Barangsiapa mengatakan bahwa al-Qur’an itu makhluk, maka dia telah menjadi kafir.”

AQIDAH IMAM AHMAD BIN HANBAL

Di dalam kitab Thabaqat al-Hanabilah, terdapat keterangan bahwa Imam Ahmad pernah ditanya tentang tawakkal. Jawab beliau: “Tawakkal itu adalah mengandalkan sepenuhnya kepada Allah dan tidak mengharapkan dari manusia.”

Catatan: Saya hanya mengambil salah satu keterangan dari masing-masing Imam Madzhab.