Review Buku Tahap 3

Perpustakaan Nasional Rl: Katalog Dalam Terbitan
(KDT)
Al-Qarni, Aidh
La Tahzan, jangan bersedih / ‘Aidh al-Qarni;
penerjemah, Samson Rahman; penyunting,
Syamsuddin TU dan Anis Maftukhin. -Jakarta: Qisthi
Press, 2004. xxviii + 572 hal.; 15 x 24 cm.
Judul Asli: La Tahzan ISBN 979-3715-05-7
I. Hidup keagamaan (Islam). II. Rahman, Samson. IV.
Maftukhin, Anis I. Judul.
III. Syamsuddin TU.
297.63
Judul Asli: La Tahzan
Penulis: DR. ‘Aidh al-Qarni
Edisi Indonesia: La Tahzan
Jangan bersedih!
Penerjemah: Samson Rahman

*Yang Lalu Biar Berlalu*
Mengingat dan mengenang masa lalu,
kemudian bersedih atas nestapa dan
kegagalan didalamnya merupakan
tindakan bodoh dan gila.Itu, sama
artinya dengan membunuh semangat,
memupuskan tekad dan mengubur
masa depan yang belum terjadi.

Mengingat masa lalu bukanlah hal yang salah, namun seharusnya kita menatap masa depan.Ibadah harus jadi yang utama, karena itu kewajiban,dan itu bisa menghindari kita dari hal hal yang buruk.

Kaca depan mobil dibuat lebih besar dari kaca spion, itu menandakan bahwa kita harus lebih memikirkan masa depan dan sesekali kita harus melihat masa lalu.

Tinggalkan komentar